SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Wale, Rumah Singgah Inovasi Para Nelayan

39

teks / foto : aswad . editor : s.darampa.

KULISUSU – SC. Sebagai daerah pesisir, sebagian besar masyarakat Desa Eelahaji memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Kehidupan sebagai nelayan dianggap menjanjikan bagi masyarakat Eelahaji karena Desa Eelahaji memiliki wilayah laut yang cukup luas yang meliputi laut teluk Kulisusu yang kaya akan hasil lautnya.

Kehidupan  nelayan, yang paling digeluti oleh masyarakat Desa Eelahaji, adalah petani rumput laut dan menangkap ikan. Alat tangkap ikan yang digunakan oleh masyarakat Desa Eelahaji beraneka ragam, mulai dari alat pancing, menggunakan jaring, atau menggunakan alat tradisional seperti wuwu dan lain sebagainya. Sementara petani rumput laut memanfaatkan laut yang ada dalam Teluk Kulisusu dan biasanya tidak terlalu jauh dari Desa Eelahaji.

Dalam menjalankan aktifitas mereka, para nelayan sering singgah di Wale (rumah kecil di laut) orang yang ada di laut dengan bangunan yang sangat sederhana. Wale ini biasanya dibuat oleh petani rumput laut sebagai tempat berteduh, tempat istrahat setelah bekerja dan biasa juga digunakan untuk menyimpan bibit rumput laut.

Wale yang dibuat oleh petani rumput laut, biasa juga digunakan oleh masyarakat Desa Eelahaji untuk singgah berteduh ketika angin kencang, hujan, istrahat, menunggu air pasang dan air surut atau menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan aktifitas mereka di laut.

Permasalahan yang muncul kemudian adalah masyarakat Desa Eelahaji tidak serta merta bebas menempati Wale tersebut. Mereka menggunakan tempat itu ketika tidak ada pemiliknya atau saat betul-betul sangat membutuhkan. Artinya bahwa memang mereka butuh wadah untuk berteduh karena keras angin, hujan deras ketika berada di laut.

Kondisi ini kemudian disikapi oleh Kepala Desa Eelahaji, Abzar, untuk membuat rumah singgah nelayan. Rumah singgah nelayan ini dibangun oleh Pemerintah Desa Eelahaji anggaran Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 62,816,500.

Tujuannya, sebagai tempat persinggahan nelayan sebelum menangkap ikan maupun menyiapkan kelengkapan mereka sebelum beraktifitas di laut.

Rumah singgah nelayan tersebut dibangun oleh pemerintah Desa Eelahaji agak jauh dari pantai. Kurang lebih satu kilo meter dari pantai, sehingga rumah singgah tersebut banyak digunakan oleh nelayan untuk menambatkan perahu mereka karena ditempat tersebut tidak surut, sehingga nelayan bisa dengan leluasa menjalankan aktifitas mereka.

Kalau air surut biasanya nelayan tidak bisa melaut karena perahu mereka seringkali kandas kalau disimpan di tambatan perahu yang dibuat oleh pemerintah Desa Eelahaji tahun anggaran 2018 yang lalu itu.

Masyarakat sangat terbantu dengan adanya rumah singgah nelayan yang dibangun oleh pemerintah Desa Eelahaji. Ketika mereka mengalami masalah seperti angin kencang, hujan dan lain sebagainya biasanya mereka akan ke rumah singgah sambil menunggu angin atau hujan reda untuk kembali melaut.

Selain itu, rumah singgah nelayan yang dibangun tersebut digunakan juga sebagai tempat berkumpul para nelayan untuk memperbaiki maupun mempersiapkan peralatan mereka sebelum beraktifitas di laut.  

Sudah menjadi tradisi kuno di Desa Eelahaji sejak dulu kala, bahwa sebelum mereka (warga kampung) turun ke laut untuk mencari ikan, kerang dan jenis lainnya, terlebih dahulu berkumpulan, musyawarah, sekaligus selamatan laut, dan makan bersama-sama.

Tradisi tahunan ini biasanya diiringi dengan gendang sehingga saat mereka turun ke laut, mereka membawa gendang. Namun budaya tersebut sudah hilang dan sudah cukup lama tidak pernah dilaksanakan.

Setelah adanya rumah singgah nelayan tersebut, pada bulan maret 2019 masyarakat menghidupkan kembali kegiatan tersebut dengan menggunakan rumah singgah nelayan sebagai tempat berkumpul sambil menikmati hasil tangkapan ikan dan kerang.

Masyarakat merasa senang dengan adanya rumah singgah tersebut karena tradisi mereka yang lama hilang bisa dibangkitkan lagi. Orang-orang tua di Desa Eelahaji sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut.

Pembangunan rumah singgah nelayan di Desa Eelahaji menggunakan anggaran dana Desa tahun anggaran 2018. Program rumah singgah tersebut sebelumnya diusulkan oleh masyarakat dalam rapat kerja pemerintah Desa yang kemudian dituangkan dalam anggaran pendapatan dan belanja Desa Eelahaji.

Rekomendasi
Pemerintah Desa Eelahaji perlu memberikan pendanaan tiap tahun untuk biaya perawatan rumah singgah nelayan.

Pemerintah dan masyarakat harus kerja sama dalam menjaga rumah singgah nelayan sehingga umur ekonomisnya lebih lama sehingga masyarakat bisa memanfaatkan rumah singgah nelayan tersebut dalam jangka waktu yang lama.*

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More