SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Tetewatu Kembangkan Budidaya Ikan Gabus Berkat DD

295

oleh : irvan umar / ttg p3md-pid konawe

PURIALA – SC. Pengembangan keinovasian di desa-desa terus menjalar bak layaknya penyakit menular. Kali ini adalah Desa Tetewatu Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara yang mengembangkan dan pemanfaatan ikan gabung dengan segala jenis produk kebutuhan dapur.

Untuk memaksimalkan produksi ikan gabus pada ekosistem air tawar di Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Desa Tetewatu adalah dengan sistem pengembangan budidaya. Dimana selama ini ikan gabus yang dapat dikonsumsi oleh warga setiap hari didapatkan dari pada kolam-kolam alam, maka kini dikembangkan pada sistem budidaya / pemeliharaan.

Kades Tetewatu, Ramang A.Md., mengungkapkan bahwa melalui dana desa tahun 2019 lalu, telah dikembangkan sistem budidaya ikan gabung oleh masing-masing kepala keluarga. Namun sumber pendanaanya dari dana desa.

“Jadi melihat potensi yang ada, maka kami mengembangkan sistem budidaya ikan gabung pada kolam-kolam buatan. Tujuannya selain ingin melestarikan ikan gabung yang ternyata sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan pada ekosisttem rawa ini, juga bagian dari upaya desa dalam meningkatkan taraf kesejahteraan warganya melalui skema budidaya,” ungkapnya.

Camat Puriala, Lisain SE yang menyaksikan langsung penyerahan peralatan tersebut mengungkapkan bahwa dengan adanya alat budidaya ini harus digunakan semaksimal mungkin oleh warga dengan tujuan melestarikan potensi sumberdaya alam desa, disamping upaya desa dalam mensejahterakan warganya.

“Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa peralatan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan warga, utamanya secara teknis dalam budidaya, apalagi budodaya ikan gabus atau ikan air tawar yang Sulawesi Tenggara masih kalah pengalaman dalam budidaya perairan laut,” terusnya.

Tenaga Ahli P3MD-PID Konawe TTG Irvan Umar memastikan bahwa sebelum penggunaan alat dengan sistem budidaya alam, maka terlebih dahulu disiapkan pengettahuan, wawasan dan skli warga dalam budidaya. “Apalagi ini masih terhitung baru dalam budidaya ikan gabus. Selain memang ada beberapa desa, baik dukungan Pemdes maupun dalam inisiatf pribadi telah mengembangkan species lain, seperti belut dan lainnya,” ungkapnya.*

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More