SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Tetap Kritis, Meski Alumni PMII Ada di Skema Pendamping

65

Seri Sarasehan Beda Buku di Jombang

“Program yang masuk desa menurut saya banyak yang memaksa. Misalnya,  banyak perangkat desa di desa kami belum bisa mengoperasikan komputer.  Tapi dipaksa pakai komputer.  Mereka shok dan akhirnya menyerahkan kerjaan kepada kami yang duluan bisa mengoperasikan komputer.

Hal itu diungkapkan oleh Hendra salah satu peserta ‘BedahB buku dan Sarasehan Buku Berguru pada Desa’ asal Desa Peneleh, Sumbawa Besar. Tanyanya. mengapa pemerintah dalam melaksanakan pembangunan tidak melakukan pendekatan yang sesuai dengan konteks desa penerima program pembangunan.

Yusuf menyarankan,  pendamping desa dari Jombang,  perlunya keterlibatan pemerintah kabupaten untuk mengambil peran memberdayakan sumber daya manusia pelaku pemerintahan desa. Bila mereka tidak ambil peran itu. “Saya kira temen-temen PMII bisa menularkan ilmu praktis itu kepada Pemdes,” serunya. Artinya bagaimana skill kita bermanfaat bagi desa.

Agak berbeda dengan Yusuf,  Borni menawarkan perspektif kritis yang perlu dimainkan oleh PMII dalam menyikapi program masuk desa. Pembangunan itu membawa paradigma.  Belum tentu paradigma yang dibawanya sesuai dengan kebutuhan desa tapi malah mengembangkan kepentingan pihak pembawa program yang berpotensi meminggirkan desa.

 Dari buku Belajar Bersama Desa,  saya kira kota bisa belajar bagaiman proyek-proyek pemberdayaan terdahulu itu tidak merepresentasikan desa. Justru melemahkan desa. Lihat saja proyek pemberdayaan desa dulu sekadar membawa misi memberikan bantuan dan pinjaman. Keberadaan pemerintah desa diabaikan,  dan memilih kelompok masyarakat sebagai sasaran penerima manfaat. Ini sudah keliru,  tandas Borni.

Karenanya,  ada benarnya pendapat Hendra kalau sampai saatnya datang Dana Desa pemdes tempat Hendra tinggal masih belum cakap dalam membuat perencanaan desa.

Maghfuri,  menyarankan agar PMII kritis pada praktik pembangunan sekalipun di dalam sistem pembangunan itu sendiri ada alumni-alumni  PMII.  Memang ini tidak mudah,  merubah pardigma pembangunan yang masuk ke desa,  karena 32 tahun kita dihegemoni dengan model pemberdayaan dalam frame pembangunanisme. (release)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More