SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Stroke, Sembuh dengan Mandi di Permandian Lambiku

65

teks / foto : abdu rahman

Permandian air tawar sekaligus sebagai sumber air baku bagi warga di Desa Lambiku Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna Sulwaesi Tenggara sudah sekian lama menjadi obyek wisata, sekaligus sebagai terapi dari berbagai macam penyakit.

Wisata alam yang kemudian dikemas dengan pembangunannya menggunakan dana desa dengan secara kelembagaan akan dikelola secara tripartite. Yaitu BUMDes Lambiku, kelompok warga sebagai pemilik lahan, dan manajemen tata kelola oleh Sanggar Belajar Desa.

Sekadar untuk diketahui bahwa Sanggar Belajar Desa adalah wadah hasil rembug para TAPM dan pendamping desa (PD,PDTI dan PLD serta TPID} untuk membangun kelembagaan literasi / pustaka alam desa untuk berbagai keperluan dan kepentingan pendamping dan advokasi. SBD ini juga mendapat restu / pemberitahuan dari masing-masing kepala desa, dan pemerintah kecamatan.

Olehnya itu, dalam rangka membenahi tata kelola permandian yang kepemilikan lahannya adalah sekelompok warga, maka dibuatlah perjanjian kerjasama , MoU, antara warga pemilik lahan, pemerintahan desa yang nanti akan diserahkan ke BUMDes, lalu SBD.

Dalam kesepakatan tersebut, tercatum beberapa klausul kesepakatan, diantaranya adalah bahwa Pemdes Lambiku membangun sejumlah fasilitas umum dan memperbaiki fisik bangunan permandian agar lebih baik, BUMDes menyediakan kebutuhan makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya untuk dikelola oleh warga.

Kelompok warga pemilik lahan ini adalah menjual / warung, kepada para pelancong. Sekalian dia juga menyetor retribusi ke BUMDes. Namun hasil deviden (keuntungan bersama selama setahun} warga juga memperoleh sesuai dengan prosentasi kesepakatan sebelumnya.

Sedangkan SBD, bertugas sebagai konsultasi, pendampingan, promotor ataupun publikasi, dan menangani soal literasi yang disiapkan oleh Kades di seputaran lokasi wisata tersebut.

Dengan demikian, maka Kades Lambiku La Ode Ndimusu, berharap bahwa dengan berhasilnya rembug warga yang disertai dengan MoU, maka secepatnya Pemdes akan melakukan pembenahan, apalagi selama ini yang memang jadi agak terkendala adalah pemilik lahan pada zona inti permandian.

“Tapi semua kendala dan sendatan, sudah dapat diatasi, dan kami akan mulai jalan, apalagi ini sudah menjadi rencana dalam BID 2019. Jadi kita akan melakukan replikasi APBDes 2020,” katanya.

Bersama Camat Napabalano, Aris, S. Pd., M. Si., selaku inisiator juga, berkomitmen melakukan connecting dengan berbagai pihak, minimal desa-desa dalam lingkungan Kecamatan Napabalo untuk menguatkan peran-peran para pihak guna lebih mempopulerkan tempat wisata.

Sementara TA-TTG, Abdu Rahman, yang menfasilitasi dan mendampingi proses-proses selama ini juga menjelaskan akan melakukan penguatan dan pembenahan manajemen pengelolaan tempat wisata tersebut sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai.

Sesuiai garis-garis kebijakan P3MD-PID Kemendes PDTT-RI , di semua desa-desa harus berani melakukan berbagai gerakan-gerakan inovasi, bahkan jangan takut untuk selalu berinisatif dan berimprovisasi selama itu adalah kebaikan Bersama. “Kita harus berani melakukan inovasi demi pembaruan desa. Karena itu demi kita semua, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan desa,” ujar Koorprop P3MD-PID Sultra La Ode Syahruddin Kaeba.

Beberapa keunggulan dari permandian ini, yaitu (1} mengobati diare. Kalau kena diare lalu berendam disini akan berhenti mencret, (2} mengobati penyakit berat, stroke, asam urat dan lainnya dengan cara mengkomsumsi dan berendam, (3} serta dapat menetralisir berbagai obat kimia yang ada dalam tubuh. *

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More