SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Sarasehan ‘Berguru pada Desa’ Kaum Pergerakan

272

Kalau kita cermati tulisan story telling para pendamping desa yang terangkum dalam buku berguru pada desa mengandung panduan analisis sosial dan metode penelitian. Jadi para penulis bukan hanya sekadar menuangkan cerita pengalaman mendampingi desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Borni Kurniawan,  konsultan nasional PID dalam bedah buku Berguru Pada Desa di sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Jombang (27/12).

Borni juga menyampaikan bahwa buku tersebut sangat bermanfaat bagi kaum akademisi tak terkecuali aktivis pergerakan PMII. Sahabat-sahabat bisa menjadikan buku tersebut sebagai basis material untuk mengeksplorasi teori-teori sosial yang anda pelajari di bangku kuliah,  khususnya yang dari fakultas ilmu sosial. Temen-temen juga bisa mengeksplorasinya menjadi modul pemberdayaan yang bersifat aksiologis,  karena apa yang dituliskan berbasis fakta pengalaman, saran Borni yang pernah menjadi Ketum PCPMII Jombang tahun 2003-2004.

Yusuf,  salah satu penulis buku yang juga pemdamping desa di kecamatan Bareng,  Jombang sangat senang tulisannya bisa diterima dan dimuat di buku tersebut. Disebutkannya pengalaman menjadi pendamping desa adalah pengalaman awal dirinya kerja di dunia sosial.  Basic akademik saya ilmu komputer, ini yang kemudian saya jadikan modal untuk memberdayakan desa.  Saya aplikasikan ilmu ini untuk membantu desa membuat website untuk menguatkan terwujudnya desa yang terbuka pada warganya,  imbuh pendamping desa alumni SMK Sultan Agung Tebuireng ini.

Lain dengan Maghfuri,  sekretaris Mabincab PMII Jombang. Buku ini menawarkan banyak ragam atau model kepemimpinan dan model community development.  Misalnya banyak cerita bagaimana para pendamping desa menunjukan kualitas tahan bantingnya saat berdinamika dengan politik lokal. 

Tapi justru dengan berdialektika dan komunikasi yang dimiliki oleh para pendamping,  meski mereka tidak belajar formal tentang ilmu itu,  pada akhirnya hambatan sosial dapat terurai.  Kini pendamping relatif dapat diterima baik oleh masyarakat dan pemerintah desa dampingannya,  tegas Maghfuri.

Dalam sambutan pembukaan bedah buku sebelumnya, ketua cabang PMII Jombang, Irham mengajak para aktivis PMII untuk menguatkan tradisi literasi,  menulis. Bercermin pada buku Berguru pada Desa,  saya kira kita bisa belajar bahwa saat pengalaman dituliskan maka pembelajaran hidup tak akan hilang, karena kita bisa membaca dan merefleksikan kembali atas apa yang kita lakukan,  tegas Irham.

Dengan refleksi itulah kita bisa memperbaiki jalan hidup kita di masa mendatang,  tutup aktivis kelahiran kota batik Pekalongan. (release)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More