SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Pentingnya Proteksi Bagi Pendamping Desa Saat Pandemi Covid 19

965

Penulis : Khoirul Anam/Pegiat Desa DIY

Saat ini, pekerjaan pendamping Desa sangat overload, mulai mengawal kebijakan Pendegahan dan Penanganan covid 19 di Desa, IDM dan yang paling berat adalah mengawal BLT DD. Kerja-kerja tersebut masih disertai dengan kerja-kerja adiministrasi yang rumit, pelaporan data dan juga advokasi yang menyita banyak waktu dan tenaga. Siang dan malam mereka harus bekerja keras tanpa kenal lelah meskipun dalam batinnya mungkin juga mengeluh aduh. Namun apalah hendak dikata, tugas tetaplah tugas yang harus dilaksanakan tanpa mengeluh dan mengaduh.

Dalam kondisi normal, mungkin tugas dan tanggungjawab tersebut tidak terlalu berat. Namun di saat kondisi pandemi covid 19 seperti ini, mereka pasti merasakan bagaimana beratnya tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan tersebut. Mereka setiap saat harus berbaur dengan masyarakat, mendampingi masyarakat, mengedukasi dan melakukan advokasi kepada masyarakat.

Di saat banyak orang tinggal di rumah agar terhindar dari covid 19, para pejuang desa ini justeru harus bertaruh nyawa, berbaur dan bergumul dengan masyarakat. Derita tidak berhenti sampai di sini, ada cerita beberapa pendamping Desa yang ditolak oleh Desa karena tempat tinggalnya berada di zona merah Covid 19.

Mereka terpaksa harus putar balik dengan memendam rasa kecewa dan nestapa yang mendalam. Untuk bisa melakukan pendampingan di lokasi tugas kembali, mereka harus menunjukkan surat sehat dari dokter dan melakukan rapid tes agar bisa diterima oleh Desa. Rapid tes bagi orang berpendapatan tinggi memang tidak menjadi masalah, namun bagi Pendamping Desa, apalagi Pendamping Lokal Desa, rapid tes tentu menjadi masalah besar karena gaji mereka sangat kecil.

Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana Pendamping Desa saat ini mengalami situasi dan kondisi yang sangat sulit. Satu sisi mereka harus mensukseskan program pemerintah BLT-DD, Pencegahan dan Penanganan Covid 19 di Desa dan program lainnya, namun di sisi lainnya mereka terbatas ruang geraknya karena situasi dan kondisi pandemi yang mengharuskan untuk physical dan social distancing.

Tidak hanya itu, mereka juga harus menjaga diri agar mereka tidak tertular covid 19 karena bisa mengancam nyawa diri, keluarga maupun masyarakat. Inilah fakta para pendamping di lapangan. Mereka sestiap hari berjibaku dengan tugas pendampingan, adiministrasi dan pelaporan namun tidak ada proteksi bagi mereka.

Mereka hanya bisa melihat warga miskin yang tersenyum dengan BLT-DD namun mereka sama sekali tidak mendapatkan kompensasi apapaun dalam mengawal tugas berat ini.

Meskipun para pendamping tetap ikhlas melakukan tugas dan fungsinya sebagai pendamping, namun pemerintah tidak boleh abai terhadap nasib mereka, apalagi di saat situasi dan kondisi seperti ini. Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah perlu memberikan proteksi agar para Pendamping Desa bisa melaksanakan tugas dengan aman, nyaman dan tidak dihantui oleh rasa kecemasan dan ketakutan.

 Saat ini mereka membutuhkan amunisi tambahan untuk membeli masker, hand sanitizer, pemeriksaan kesehatan secara rutin, rapid tes, makanan-makanan bergizi serta suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Langkah ini perlu dilakukan karena intensitas ketemu orang dalam mengawal kebijakan BLT-DD dan Pencegahan dan Penanganan Covid 19 sangatlah berat.

Selain tambahan amunisi, mereka juga membutuhkan istirahat yang cukup agar mereka bisa mengembalikan kebugarannya. Saat ini, dengan beban kerja yang begitu berat tanpa kebijakan WFH sangatlah memberatkan mereka karena selain mendampingi masyarakat, mereka  juga harus ngantor setiap hari.

 Perlu kebijakan WFH dengan skema tertentu bagi Pendamping Desa agar mereka mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan recovery. Di saat virus Corona semakin menggila, maka pemerintah Pusat maupun Daerah perlu segera mengambil kebijakan khusus bagi pendamping agar mereka bisa terproteksi dari ancama covid 19. WFH dengan skema tertentu dengan tetap menghadiri pertemuan-pertemuan penting serta tetap berkomitmen mengawal kebijakan program jelas akan menjadi angin syurga bari para pendamping.

Kementrian Desa perlu segera mengeluarkan kebijakan khusus tentang skema dan mekanisme pendampingan di saat pandemic covid 19 bagi para pendamping desa karena di DIY dan mungkin di Propinsi-propinsi lainnya sudah ada beberapa pendamping yang berstatus ODP dan PDP. Jika kebijakan tidak segera dilakukan, maka dikhawatirkan akan semakin banyak pendamping yang berstatus ODP, PDP bahkan bisa jadi terkena covid 19. Dengan kebijakan WFH khusus bagi para pendamping, maka Kementrian Desa bisa menyelamatkan banyak nyawa dan bisa membuat mereka dan keluarganya tersenyum gembira. *    

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More