SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Pendamping Desa Turut Korban Banjir

183

teks / foto : amran apity

RATERATE – SC. Hingga saat ini, korban banjir di Kecamatan Uluwoi dan Ueesi masih terisolasi. Meski pemerintah Kabupaten Kolaka Timur telah mengirim tim perintis untuk membuka area-area isolasi yang menimbun badan jalan.

Seperti mengirim 40 motor segala medan untuk memasok beras, ikan kering, dan sejumlah makanan ringan dan pakaian layak pakai bagi desa-desa tersebut.

Salah satu korban banjir, Hasrun, pendamping lokal desa di Kecamatan Dangia (Desa Lamosila, Tetewua Lambanda, Lalongkateba dan Anangbada), juga menderita kerugian material Rp 10 jutaan.

Itu terjadi karena sebagian besar badan rumah yang berukuran 7 x 14 meter miliknya di Desa Wundulo Kecamatan Uluwoi, hanyut diterjang banjir, dan sebagian besarnya juga rusak karena genangan air.

“Ketinggian air mencapai 2 meter, dan untungnya masih sempat diantisipasi sehingga beberapa barang-barang berharga dan elektronik sempat diungsikan,” ungkap Hasrun.

Nasib yang sama juga dialami oleh PLD lainnya, seperti Serman, Isman, Pattimura dan Aswad Malaka.

Rumah kediaman para pendamping desa ini rusak dan menderita kerugian materia yang tak sedikit.   

Untuk itu, pihak pemerintah daerah secepatnya menempuh langkah-langkah pemulihan bukan saja para pendamping desa, tetapi juga seluruh warga korban banjir.

TAPM Amran Ampity dan Kadet Doni membenarkan kalau sejumlah para pendamping desa ini juga menjadi korban banjir. “Kami masih terus menghimpun data-data kerugian dan kerusakan. Namun kami masih kesulitan mengakses data dan informasi dari Kec.Uluwoi dan Ueesi karena akses masih terblokir oleh kerusakan jalan,” ungkap keduanya. *

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More