SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

PAUD Solusi Terbaik Atasi Kecanduan Anak akan Gadget

36

catatan : borni kurniawan

Azka, anak berumur tiga tahun cenderung menyendiri dengan gadgetnya.  Meski yang dibuka games,  Azka dalam sehari bisa main gadget rata-rata 2 jam tanpa henti,  jelas Ayu,  ibu Azka. Kalau dilarang main gadget,  seringnya nangis.

Azkayang bernama lengkap Muhammad Azka A adalah anak kedua dari pasangan Ayu dan Yudi Guntara. Ayu mengaku sering mengajak Azka ke luar untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya,  tapi sering menolak. Melihat gelagat sikap dan mode interaksi anaknya yang cenderung asosial karena lebih akrab dengan HPnya tinimbang bermain dengan teman sebayanya, Ibu Ayu belum kepikiran memasukanya ke PAUD. Akhirnya saat tim rekonfirmasi data SIPBM Desa Cijeruk Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor berkunjung ke rumahnya,  baru terfikir perlunya mengirimkan si Azka ke PAUD.

Azka

Menurut Ayu, pengaruh gadget kepada anaknya, Azka bicaranya tidak lancar.  Menurut Ayu dan Novi pegiat SIPBM,  hal tersebut karena apa yang dilihat Azka melalui gadgetnya cenderung gambar atau video yang tidak komunikatif.  Novi mencontohkan video atau film kartun,  pengucapan di film demgan keluaran suaranya beda. Akhirnya tidak berefek positif pada kemampuan bicara anak.

Menyikapi fenomena Azka,  Entin anggota Himpaudi mengakui jarang melakukan kunjungan ke masyarakat,  terutama keluarga yang punya anak pra PAUD.  Padahal fenomena anak kecanduan gadget salah satunya disebabkan kekurangan pengetahuan orang tua tentang bahaya gadget sekaligus ketidaktahuan mereka cara mengatasinya. Setelah tahu fakta ini rencana,  Entin berencana menggiatkan kunjungan rumah tangga sekaligus melakukan edukasi parenting dan wacana bahay gadget untuk anak kepada ibu-ibu muda yang kebanyakan cenderung permisif terhadap perilaku anak main gadget.

Menyimak realitas tersebut,  Andi Purwa Santika,  pegawai Kecamatan Cijeruk yang pada kesempatan itu ikut dalam agenda rekonfirmasi data SIPBM, berpendapat salah satu penyebab rendahnya kemampuan edukasi orang tua pada anaknya agar anak tidak kecanduan gadget,  padahal sebenarnya berpendidikan formal tinggi,  dikarenakan melemahnya komunikasi sosial ibu-ibu muda zaman sekarang. Dari pernyataan ibu Ayu terungkap kalau ibu-ibu zaman sekarang jarang kumpul dalam kegiatan sosial. 

Memang di sisi lain komunitas sosial seperti dasa wisma, bina keluarga balita,  bina keluarga lansia dan bina keluarga remaja kurang aktif menggiatkan masyarakat,  jelas Handi.  Karenanya,  dirinya ke depan akan menggiatkan pihak kecamatan untuk merevitalisasi organisasi tersebut.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More