SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Kuatkan Inovasi Melalui Capacity Building SDM

93

teks : amran apity

JAKARTA – SC. Mendes Halim Iskandar malam tadi tgl 12/11/2019 membuka kegiatan workshop evaluasi Pemgenbangan Sumberdaya Manusia di Hotel Ciputra Grogol Jakarta.

Turut hadir Staff Khusus Presiden RI Prof. Erani Yustika, Asisten Deputi Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Bencana Abdul Muis, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi Eko Sri Haryanto, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Dirjen PPMD Taufik Madjid, Sekretaris Ditjen PPMD Rosyidah Rachmawati serta jajaran Direktur di Ditjen PPMD Kemendesa.

Workshop evaluasi ini dikuti oleh TA PMD dan TA PSD kab./kota serta TA Madya Provinsi pesert yg hadir lebih kurang 800 peserta. Narasumber kegiatam bersal dari kekendes, kemenkeu, KPK RI, KN P3MD dan KN PID

Tujuan kegiatan ini untuk mereview capaian program inovasi desa bidang pengembangan SDM Tahun Anggaran 2019, membangun kesepahaman untuk melakukan beberap strategi terkait monitoring dan program evaluasi desa, khususnya untuk perkembangan SDM di desa. Dan kesempatan ini juga menjadi ajang sosialisasi eHDW dan aplikasi online monitoring sistem perbendaharaan dan anggaran negara scorecards konvergensi desa.

Dalam sambutannya, Dirjen PPMD Taufik Madjid memberikan laporan pelaksanaan workshop evaluasi di hadapan Menteri Desa dan undangan lainnya. Kegiatan ini kata Taufik, berkorelasi dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait dengan prioritas pengembangan SDM. Ditjen PPMD Kementerian Desa senantiasa mempersiapkan diri, bekerja menyukseskan pengembangan SDM sebagai salah satu prioritas kerja pemerintahan Jokowi di periode kedua.

Hingga November 2019, sebanyak 71.884 orang yang telah mengikuti pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Dan total jumlah KPM yang telah mengikuti pelatihan konvergensi pencegahan stunting di desa kurang lebih 65.053 orang atau 90, 05 persen dari jumlah KPM yang sudah dibentuk.

“KPM bertugas untuk menggerakkan kegiatan rembuk stunting, yakni melalui musyawarah desa dengan pemerintah desa dan BPD. KPM juga bertugas menggerakan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai ruang bagi warga untuk bergotong royong mendorong kegiatan promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa,”papar Taufik.

Ditjen PPMD juga bekerjasama dengan Bank Dunia dalam mengembangkan aplikasi e-HDW untuk memfasilitasi pencegahan stunting.

Sambutan Mendes Abdul Halim Iskandar dalam membuka acara workshop, Mendes Abdul mengucapkan rasa syukurnya bertemu dengan para pahlawan desa. Dimana program-program berhasil piramidanya tidak akan terlalu tajam. Artinya, semakin sedikit warga Indonesia yang miskin, sengsara, terkena stunting dan seterusnya, karena program dan kerja keras para TA dan pendamping desa.

“Saya bersyukur, hari ini bertemu dengan para pahlawan desa.

Pembangunan sumber daya manusia, telah menjadi prioritas pemerintah, termasuk di dalamnya kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur mesti mengarah pada peningkatan sumber daya manusia.

“Angka stunting sudah menurun, dari sebelumnya 37 persen kini 30 persen. Ini tak lepas dari kerja-kerja tenaga pendamping desa. Pendamping merupakan salah satu elemen penting dalam penurunan angka stunting

Dalam melakukan tugas-tugas, melaksanakan amanat pengembangan SDM, harus dilakukan dengan kerja keras yg ikhlas. Sehingga upaya mengurangi kemiskinan, upaya meningkatkan sumber daya manusia bagi generasi Indonesia kedepan, tidak kalah dengan negara-negara yang maju.
Dan itulah investasi berharga yang kita buat hari ini untuk masa depan bangsa dan negara

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More