SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

KH.Prof.Said Agil S dalam Simposium Nasional Islam Nusantara

118

Dalam alquran tidak ada terminologi umat islam apalagi islam arab yang ada termimologi umat yang moderat. Umat moderat butuh kecerdasan. Bisa moderat kalau cerdas.

Manusia menerima amanat, padahal manusia berpotensi dzolim dan samgat bloon, sangat bodoh. Tapi menerima amanat dari Allah yang ditolek oleh bumi, langit dan gunung. Ada dua amanah, yaitu amanah ilahiah, samwaiyah dan diniyah.

Secara umum aqidah dan syariah umat islam sudah bagus, wabil khusus orang NU. Bagaimana agar kita bisa mewujudkan sebagi umat wasathan. Ini butuh ijtihad, kecerdasan. Dulu wali songo berhasil membangun prinsip wasatuyah yaitu membangun keseimbangan syariah dan budaya, budaya menjadi infrastruktur agaam, di atasnya dibangun syariah dan tsaqofah.

Bagaimana walisongo berhasil melestrikam budaya dan aqidah-syariah. Puncaknya, tahun belasan islam dipimpin oleh penguasa tunggal khalifah di Turki. Tapi kholifah ini sudah sakaratul. Sakratul maut karena semua wilayah Islam dikangkangi oleh penjajah. Yang penting kholifah sudah tidak ada kemampuan mempertahankan wilayah yang sangat luas.

Maka mbah Hasyim Asy’ari sudah tahu ini nanti khilafah bubar, ilang. Maka cepet cepet mbah Hasyim mengeluarkan jargon hubbul wathan minal iman. Menurut mbah Hasyim Asy’ari, Mati dengan seangat nasionalis mati sahid. Tahun 1924 khilafah bubar. Yang membubarkan tokoh nasionalis sekuler, Mustafa Kemal Attatur. Yang dibubarkan pertama departemen agama, nama tidak boleh keIslaman, melarang simbol kholifah, yang melawan bunuh. Wilayah belas wilayah kholifah dibiarkan.

Tahun 1931, muncul ada seorang ideolog beragam Kristen Ortodok menantu PM Israel pertama mendirikan partai Baats, partai ini menggembleng orang-orang arab. Mereka ada kader-kader baats, nasionalis sekuler, meski agamanya Islam. Mereka tidak setuju agama diorganisir, bahkan diyakini menyebabkan konflik. Ringkas cerita, orang Islam baru sadar 1938, dan mendirikan partai lahirlah ikhwanul Muslimin. Pegangan dasar tafsir Ibnu Katsir.
Eh ada kader ikhwanul. Muslimin membunuh PM Mesir. Hasan al Banna marah dan menangis, karena itu bukan garis perjuangan ikhwanul muslimin. Kemudian Hasan al Bana terbunuh. Penggantinya, namanya Sayyid Kutub, bukan ulama, tapi jurnalis. Dia mengajarkan, yang namanya jahiliyah bukan kondisi masyarakat buta huruf, tertinggal tapi sistem politik yg tidak Islam itu jahiliyah, termasuk nasionalisme dimasukan jahiliyah. Buku ini menjadi pegangan kelompok tarbiyah.

Tahun 65 ikhwanul muslim berontak, dan gagal. Sayyid kutub dan pimpinan lainnya dihukum mati gantung. Ternyata tidak meatikan ideologinya, bahkan semakin keras melahirkan jamaah takfiri. Pertama lali yg dibunuh, wartawan senior, puncaknya presiden anwar sadat ditembak. Husni Mubarak naik dan memberantas mereka, tapi masih ada yg lolos dan kembali membunuh, temasuk ulama besar Ramadhan al Buthi. Di Indonesia masuk bernama JAD Jamaah Ansharut Daulah.

Mengapa di Timur Tengah ribut terus, hubungan antara agama dan budaya belum selesai. Mengapa mereka ribut karen belum aelesai pemahaman pola pikiran hubungan antara agama dengan budaya, agama dengan nasionalisme. Alhamdulillah, kita, bapak Qurais Syihab, gus Dur, gus Mus saya pulang dari arab tidak bawa jenggot dan budaya arab tapi ilmu.

Supaya Indonesia tdk jadi negara sekuler perlu ada kememterian agama. Jadi teologi kita dari arab, tapi tsaqofh dan hadoroh lebih unggul dari arab.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More