SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Founder SiPeDe : “Aplikasi Ini Jadikan Rujukan Perencanaan Terintegrasi Wilayah Propinsi”

173

teks / foto : sultandarampa / fajrin

JAKARTA – SC. Founder Aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Desa (SiPeDe), Ariana Azimah ST., M.TI., mengungkapkan bahwa data-data dalam SiPeDe dapat dijadikan rujukan system perencanaan terintegrasi dalam wilayah suatu propinsi, kabupaten / kota atau pun antarkabupaten dan kota.

Didampingi Yanto Nurdianto (TA-PIS P3MD Sultra) dan moderator

Hal ini diungkapkan dihadapan peserta Rakor P3MD Propinsi Sulawesi Tenggara yang dihadiri bukan hanya kalangan pendamping dan para operator kabupaten, juga utusan dari berbagai instansi OPD dan kecamatan pada 15 kabupaten di daerah ini.

TAU MIS KN –P3MD ini mempresentasikan bahwa aplikasi ini dapat memuat seluruh isi tentang suatu desa yang akunnya pengimputannya masing-masing dipegang kecamatan dan kabupaten, serta Sakter dan KPW 3 P3MD-PID Sultra.

Keunggulan ini diantaranya adalah memuat data APBDes. Ini satu-satunya katanya aplikasi yang paling lengkap, 98 persen, yang memuat informasi tentang desa-desa di seluruh nusantara.

Disitu ada konvergensi stunting, ada data BUMBDes, ada data jumlah dekker / jembatan, jumlah panjang jalan, bahkan tercantum juga seberapa besar HOK pada padat karya tunai di setiap kegiatan, berapa laki-laki dan permpuan yang terlibat dalam padat karya tersebut.

Oleh karena itu, maka setiap OPD baik Propinsi maupun OPD masing-masiang kabupaten dapat melakukan cross-check data di SiPeDe. “Nanti kita akan kasih akun SiPeDe pada masing-masing Dinas PMD kabupaten, sehingga dapat dipantau, dianalisis dan dijadikan bahan rujukan untuk membuat perencanaan,”katanya.

Bukan hanya itu, sewaktu Presiden Jokowi membacakan LPJ Periode I dihadapan Sidang Umum MPR khususnya soal pembangunan pedesaan, maka sumber datanya diambil dari SiPeDe.

Selain itu, para kementerian lain juga dapat menggunakan data dari SiPeDe, bukan hanya Kemendesa. Adriana memberikan contoh, “Menteri Pariwisata dapat mengecek seberapa banyak desa-desa wisata di Indonesia, termasuk fasilitas fisik dan system layanan yang sudah dibangun di dalamnya dengan menggunakan dana desa,”ungkapnya.

Begitu juga dengan Kementerian Kesehatan. Ia dapat mengecek data-data konvergensi stunting, bahkan soal juga soal Kementerian Pendidikan juga dapat mengecek sekolah-sekolah yang mendapat dukungan dari dana desa, termasuk PAUD yang yayasannya didirikan oleh Pemdes.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More