SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Di “Kaki” Rembulan, Srikandi Labotoy Jaya Gelar Rembuk Stunting Desa

149

oleh : syamsul kaedah

Malam itu, Kamis 03 Oktober 2019 langit begitu cerah. Bebintang tampak bertabur terang di langit Labotoy Jaya. Rembulan pun turut gembira menyembulkan cahayanya, menambah suasana damai nan syahdu kehidupan berdesa.

Ba’da Isya, di depan Mesjid Desa tepatnya di pelataran kediaman Kepala Desa Labotoy Jaya, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sekempulan perempuan desa tengah berkumpul ria. Tampak pula beberapa orang lelaki ada di antara mereka. Sesekali mereka bersapa salam, tampak pula ada yang berbincang satu sama lain.

Ya, di kaki rembulan. Malam itu di depan mereka tampak terpajang spanduk kecil bertuliskan “Rembuk Stunting Desa Tahun 2019”. Tak luput hastag (#) Gerbang Kalosara, Konawe Gemilang, Desa Membangun Indonesia.

Rembuk Stunting Desa Labotoy Jaya merupakan tahapan Pra–Musyawarah Desa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk merumuskan dan melahirkan Program Konvergensi Stunting yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Program Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2020.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintahan Desa Labotoy Jaya dalam hal ini Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Kepala Desa dan Aparat. Namun, dibalik semua itu ada Srikandi-Srikandi Labotoy Jaya yang kita kenal dengan sapaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu.

Dari Rembuk Stunting Desa tersebut lahir beberapa rumusan Program Konvergensi Stunting Tahun Anggaran 2020 di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pembangunan Gedung Posyandu dan Sarana Penunjang;
  2. Dukungan Penyelenggaraan Posyandu yakni Bantuan Insentif Kader Posyandu, Makanan Tambahan untuk Balita, Kelas Ibu Hamil dan Lansia;
  3. Bantuan Insentif Kader Pembangunan Manusia (KPM);
  4. Pelatihan peningkatan kapasitas KPM dan Kader Posyandu;
  5. Terbentuknya struktur pengelola Rumah Desa Sehat (RDS);
  6. Bantuan operasional pengelolaan Rumah Desa Sehat (RDS);
  7. MCK bagi warga desa yang belum memiliki;
  8. Pengadaan tandon air bersih untuk warga desa.

Dalam pelaksanaan Rembuk Stunting Desa itu, Pemerintah Desa menggandeng UPTD Puskesmas Kapoiala dan Perawat Desa Labotoy Jaya sebagai narasumber yang ikut memberikan penguatan-penguatan terkait Pembangunan Desa Bidang Kesehatan khususnya Program Konvergensi Stunting.

Dalam sambutannya, Junawan Kepala UPTD Puskesmas Kapoiala menjelaskan tentang pentingnya sinergitas semua stakeholder pemerintah yang didukung oleh semangat partisipasi warga desa dalam merencanakan dan melaksanakan program-program pembangunan di bidang kesehatan khususnya program konvergensi stunting.

“Program Konvergensi Stunting ini pada dasarnya merupakan program kolaboratif dari beberapa unsur lingkup pemerintah yang mana tentu membutuhkan sarana prasarana pendukung baik itu infrastruktur maupun non infrastruktur, di antaranya adalah adanya Gedung Posyandu di desa yang memiliki sarana prasarana yang lengkap” ungkap Junawan.

Junawan, Kepala UPTD Puskesmas Kapoiala menambahkan bahwa ke depan Kader Pembangunan Manusia (KPM) bersama unsur-unsur terkait yang ada di desa seperti Kader Posyandu dan Perawat Desa bisa membangun kerja sama dengan mengoptimalkan pengelolaan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai wahana/sekretariat bersama dalam rangka merumuskan rencana dan langkah-langkah aksi program-program pembangunan di bidang kesehatan.

“Rencana atau rumusan program pembangunan bidang kesehatan yang dihasilkan jangan lupa dikoordinasikan dengan Pemerintahan Desa” lanjut Kepala UPTD Puskesmas Kapoiala.

Masih di “kaki” rembulan, malam itu pertemuan sederhana tersebut dilanjutkan dengan Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2020 melalui Musyawarah Desa yang menyoal beberapa agenda di antaranya adalah Pencermatan Ulang Dokumen RPJMDesa, Pembentukan Tim Verifikasi dan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa), Re-Replikasi Komitmen Inovasi Desa, serta kajian terhadap Indeks Desa Membangun (IDM).

Ibu Hirawati, Kepala Desa Labotoy Jaya mengungkapkan bahwa agenda Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa melalui Musyawarah Desa merupakan rutinitas tahunan Pemerintahan Desa bersama masyarakat dalam merumuskan rencana-rencana pembangunan ke depan.

“Pembangunan desa saat ini sudah semestinya berasal dari, oleh dan untuk masyarakat. Masyarakat yang merencanakan, masyarakat yang akan turut melaksanakan dan mengawasi, masyarakat juga yang pada akhirnya akan menjadi sasaran manfaat pembangunan di Labotoy Jaya ini” tutur Hirawati.

Di akhir pertemuan, Yusran, S.Pd Ketua BPD ikut menghimbau warga desa yang turut hadir agar ke depan pembangunan desa di Labotoy Jaya dapat terlaksana sebaik mungkin sesuai dengan perencanaan yang disepakati melalui musyawarah desa.

”Insya Allah musyawarah-musyawarah seperti ini akan terus kita laksanakan agar apa yang kita rencanakan dan hasilkan ini adalah kesepakatan bersama kita di desa” tutup Ketua BPD.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More