SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

Camat Ngapa Kawal Ketat APBDes 11 Desa 

171

teks : suply foto : adi

LASUSUA – SC. Sebanyak 11 desa se-Kecamatan Ngapa meningkatkan kapasitasnya dalam updating aplikasi Siskuedes. Setiap desa minimal mengikutkan dua orang aparatnya atau operator desanya dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Camat Ngapa Syarifuddin J, S.Pd., justru melakukan absen, ada desa yang full mengirimkan 2 orang pesertanya, ada yang satu orang saja, bahkan ada 3 desa yang tidak ada kabarnya. Yaitu Desa Ngapa, Desa Tondomena, dan Desa MataIwoi.

Untuk itu, bagi utusan desa-desa yang belum hadir, Camat meminta untuk segera menghubungi dan memberikan informasi yang jelas. Kalau memang tidak ikut tanpa alasan yang jelas, maka pihaknya sendiri akan mengambil tindakan, termasuk memanggil kepala desanya.

Hal ini dilakukannya sesuai dengan tupoksinya. Dimana Camat sebagai salah satu pihak dalam pengawasan pelaksanaan Dana Desa, dan pemberi rekomendasi untuk pencairan DD.

Sementara pelatihan ini sangat berarti bagi warga desa, karena APBDes dan progress DD dapat terinput dengan baik, sehingga dapat dilihat oleh semua pihak, dan lebih dari itu merupakan kewajiban desa untuk ke Kemendagri dalam hal penertiban administrasi pemerintahan desa.

Dari input Siskuedes ini, para pendamping desa juga sudah dapat menindaklanjutinya dalam Migrasi APBDes di SiPeDe. Sehingga baik input Siskuedes online, mapun bentuk manual (exel), maka sudah dapat dimigrasi.

Pada kesempatan sebelumnya, PIC SiPeDe Kecamatan Ngapa baru mengimput 3 desa, artinya tinggal 9 desa yang belum dimigrasi. Oleh karenanya demikian pelatihan ini sangat berarti yang bukan saja untuk Siskuedes, tetapi juga Migrasi SiPeDe.

Berkat pelatihan tersebut, akhirnya ke-11 desa sudah terimput dokumen APBDesnya ke dalam Aplikasi Siskuedes dan Sistem Informasi Pembangunan Desa (SiPeDe). Sebuah aplikasi dalam penguatan laporan dana desa oleh Kementerian Desa dan PDTT-RI.

Dalam laporannya, PIC SiPeDe Kecamatan Ngapa, Adi, mengakui bahwa aplikasi Siskuedes bukan hal baru desa-desa ini, bahkan tahun 2016 sudah digunakan di beberapa desa, bahkan 2017 semua desa (11 desa) sudah mengunakan Siskuedes.

Cuma masalahnya selalu timbul kendala. Seperti operator Siskuedes desa kurang optimal, kurang serius, atau aplikasi ini berkembang terus sehingga ada operator yang ketinggalan, bahkan masih ada desa yang menggunakan jasa pihak ketiga, bukan dilakukan oleh operator desa atau aparat desa atau bantuan dari pendamping desa. *

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More