SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

BUMDes, Parameter Kemajuan Berdesa

121

teks / foto : samsul kaedah

KENDARI – SC. Pembangunan, pendanaan dan pemberdayaan menjadi salah problematika yang dialami oleh semua perangkat dan pemerintahan desa. Kondisi dan kenyataan ini mendasari keinginan untuk sekedar berbagi ilmu, berbagi pengalaman terhadap apa yang dirasakan, apa yang dikeluhkan dan apa yang belum dijalankan oleh masyarakat desa khususnya masyarakat pelaku-pelaku ekonomi dan usaha di desa.

Salah satu program yang digaungkan oleh pemerintah salah satunya adalah pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). BUMDesa ini dapat berjalan apabila Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelengkapan-kelengkapan di dalam BUMDesa tersebut juga sudah dibentuk, serta adanya jaringan kerjasama dengan berbagai stakeholder.

Dengan melibatkan Ketua dan Bendahara BUMDesa se-Kecamatan Kapoiala, bersama Pemerintah Kecamatan, Tim Pendamping (TPPI) Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara mencoba menginisiasi pertemuan sederhana yang dibalut dalam suasana kekeluargaan dengan turut menghadirkan Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Nirwan, SE dan Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID), Sumardi, ST (Rabu, 16/10).

“Kegiatan ini bukanlah kegiatan pelatihan, dan memang pada dasarnya tidak termuat dalam pendanaan APBDesa. Kegiatan ini hanyalah wujud kristalisasi semangat dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola BUMDesa untuk lebih menjiwai keberadaannya sebagai ujung tombak berhasil tidaknya pengelolaan BUMDesa ke depan” tutur Ronalddin PDTI Kecamatan Kapoiala.

Titik fokus pertemuan ini adalah On Job Training (OJT) Pengelolaan dan Penatausahaan Keuangan BUMDesa bagi seluruh pengelola BUMDesa di Kecamatan Kapoiala.

Camat Kapoiala, Muh. Shobri Rustam, S.ST sangat berterimakasih atas kehadiran 2 Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Konawe tersebut. Beliau berharap, ke depan BUMDesa yang telah didirikan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Saya sangat berharap Bapak/Ibu pengurus BUMDesa mau berkomitmen untuk kembali menata pengelolaan BUMDesa sehingga BUMDesa bukanlah sebatas seremonial saja, akan tetapi lebih jauh daripada itu mampu menghasilkan PAD” ungkap Camat Kapoiala.

Camat Kapoiala juga menegaskan bahwa pentingnya kepahaman pengelola BUMDesa dalam mengelola dan menatausahakan keuangan BUMDesa. Sumber permodalan BUMDesa adalah Dana Desa (DD). Kita berkewajiban mampu mengelolanya dengan baik dan menatausahakan (melaporkan) sesuai dengan petunjuk regulasi. Pengelolaan keuangan dan pelaporan (administrasi) yang baik adalah 2 hal utama yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Walapun pengelolaan keuangannya bagus tapi kalau tidak didukung dengan penatausahaan (pelaporan) yang baik, tentu ini juga akan menjadi masalah tersendiri” sambung Camat Kapoiala.

Untuk itu, Camat Kapoiala berharap kepada Tenaga Ahli (TA) untuk bersedia lebih sering berkunjung ke Kapoiala dalam rangka penguatan-penguatan positif di desa. Karena salah satu misi Pemerintahan Kecamatan Kapoiala ke depan salah satunya adalah pengembangan ekonomi perdesaan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan sarana infrastruktur perekonomian. Misi ini tentunya sejalan dengan misi seluruh pemerintah desa. *

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More