SulawesiChannel.com
Cepat, Akurat & Mencerahkan

PID, Perkuat Kaderisasi Pemuda Pemimpin Desa

75

MAKASAR – SC. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Kemendes PDTT, M. Fachri menegaskan, lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang disertai kebijakan Dana Desa, menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.

Oleh sebab itu, Dana Desa yang menjadi hak mayarakat Desa tidak boleh terhambat oleh persoalan  administratif yang tidak tertib di Desa, termasuk adanya konflik kepentingan antara Kades dan BPD yang  menyebabkan terhambatnya APBDes.

Hal tersebut disampaikan Direktur PMD Dirjen PPMD Kemendes PDTT, M.Fachri S.STP., M.Si., dalam Rapat Koordinasi II Program Inovasi Desa II (PID-II) di Provinsi Sulawesi Selatan, (02/10/2019).

M. Fachri juga menyoroti masalah posisi kepala desa yang dewasa ini menjadi sangat seksi. Proses pemilihannya pun semakin kompetitif, bahkan ada yang sampai menggunakan jasa per-dukun-an. Di beberapa Desa, lanjutnya ditemukan kandidat Kades yang diikuti oleh pasangan suami isteri lantaran aturannya yang tidak  memperbolehkan adanya calon tunggal.

“Tentu kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Ini berarti kaderisasi kepemimpinan di tingkat desa kurang berjalan maksimal, karena minimnya animo masyarakat untuk  berkompetisi membangun desanya,” ulasnya.

Ia berharap bahwa ke depan, harus di dorong proses kaderisasi pemuda untuk menjadi Kades agar demokrasi di desa terus berkembang dengan baik.

Di hadapan ratusan peserta Rakor tersebut, ia mengajak semua pihak untuk terus mengawal penyaluran dan penggunaan Dana Desa untuk kegiatan peningkatan kualitas hidup dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang kreatif dan inovatif.

“Saya sebenarnya sedih karena Program Inovasi Desa akan berakhir di tahun 2019 ini. Namun kita semua harus punya komitmen yang sama bahwa semangat inovasi harus terus kita gelorakan sampai ke desa-desa di Sulawesi Selatan. Saya berharap, kita berpisah hanya untuk  sementara waktu. Insya Allah kita semua akan bertemu kembali dalam program-program pemberdayaan yang baru”, harapnya.

Selain itu, Direktur juga akui bahwa sesuai dengan key performance indicator (KPI), Program Inovasi Desa ini terbukti banyak memberikan sentuhan dan pola pikir baru yang melahirkan kegiatan/program pembangunan dan pemberdayaan di desa secara lebih kreatif dan  inovatif.

Lanjutnay, dengan program ini pula  dapat mendorong berbagai kegiatan yang mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi baru bagi desa, sehingga pemanfaatan dana desa  menjadi lebih berkualitas.

M. Fachri juga menginginkan kelembagaan yang telah  dibentuk melalui program ini, seperti tim inovasi kabupaten (TIK), penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD) dan tim pelaksana inovasi desa (TPID) dapat terus dibina dan dilanjutkan penerapannya pada  program-program lain, termasuk program yang  dilaksanakan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah propinsi  maupun kabupaten.

Sementara itu, Kadis PMD Sulsel Dr. H. Ashari Fakhsirie Radjamilo, M.Si.s dalam laporan progres capaian program PID mengatakan, desa-desa di provinsi tersebut telah mengalami peningkatan dalam hal pemahaman dan kesadaran akan pentingnya inovasi untuk menjawab berbagai kemajuan desa.

Diakuinya, PID sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, lanjutnya, keberlangsungan inovasi desa adalah bagian tak terpisahkan dari inovasi daerah.

“Kami sampaikan ribuan terima kasih kepada Kemendes PDTT, juga semua pelaku program PID di daerah yang sudah berjuang dan memastikan manfaat inovasi desa sesuai dengan kebutuhannya masyarakat,” tegas Ashari.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh Pejabat Provinsi, antara lain Kadis PMD, Satker P3MD

Rais Rahman, S.STP, M.Si, Bappeda, Kadis PMD Kab. se-Sulsel, juga dihadiri oleh para camat, tim inovasi kab dan kec se- Sulsel, P2KTD dari masing-masing Kabupaten,Tenaga Ahli KPP Provinsi Sulsel dan unsur Tenaga Pendamping Profesional se-Sulawesi Selatan. (rilis*)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More